Aqiqah & Kambing Guling

Hukum Mengaqiqahkan Orang Tua

 

Hukum mengaqiqahkan orang tua tidaklah dilarang, asalkan syarat dan sah nya dalam proses aqiqah terpenuhi. Mengaqiqahi orang tua yang masih hidup hukumnya boleh, bila ada izin darinya, sedangkan mengaqiqahi orang tua yang sudah meninggal dunia hukumnya juga diperbolehkan bila ada wasiat sebagaimana diperbolehkannya melakukan qurban atas nama mayit (menurut sebagian pendapat).

Dan bila orang tua tidak pernah berwasiat untuk diaqiqahi maka cukup dengan menyembelih hewan dan disedekahkan atas nama orang tua telah menghasilkan kebaikan bagi orang tua yang telah meninggal.

Hal ini sesuai dengan hadits Nabi ﷺ:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُمِّي افْتُلِتَتْ نَفْسُهَا وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ فَهَلْ لَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ نَعَمْ

Dari Aisyah radliallahu anha bahwa ada seorang laki-laki berkata, kepada Nabi ﷺ: “Ibuku meninggal dunia dengan mendadak, dan aku menduga seandainya dia sempat berbicara dia akan bersedekah. Apakah dia akan memperoleh pahala jika aku bersedekah untuknya (atas namanya)?”. Beliau menjawab: “Ya, benar”. (Shahih Bukhari bab Jana’iz no. 1299).

Menurut syafi’iyah jika orang tua mengakhirkan aqiqah anaknya sehingga anaknya menginjak usia dewasa maka gugurlah keabsahan aqiqah, tapi tidak gugur keabsahan aqiqah anak tersebut untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.

 

Menurut imam qofal dan imam asy syasyi agar mereka beraqiqah untuk dirinya sendiri berdasarkan hadis nabi ﷺ:
bahwasanya nabi SAW juga beraqiqah untuk dirinya sendiri setelah menjadi nabi.

Kesimpulannnya:

  • kesunahan/keabsahan aqiqah gugur bagi orang tua (orang yang wajib menafkahi) jika anak tersebut telah dewasa.
  • tidak gugur kesunahan/keabsahan aqiqah untuk dirinya sendiri jika ia sudah baligh.

Aqiqah adalah sunnah Rosul yang didefinisikan sebagai penyembelihan hewan dalam rangka penebusan seorang anak. Sebab, sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ

 

“ Setiap bayi tergadai oleh aqiqahnya, disembelihkan (kambing) menghadap pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”(HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

 

Dari Hadits tersebut bahwa anak yang tidak diaqiqahi padahal orang tuanya sudah mampu, kelak di hari kiamat tidak akan mampu memberikan syafaat kepadanya.

Yang paling sempurna, aqiqah untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing yang telah berumur satu tahun. Sedangkan untuk anak perempuan cukup satu ekor kambing saja. Boleh satu ekor kambing untuk anak laki-laki, hal ini kurang sempurna.

Sebagian Ulama mengatakan, apabila tidak bisa menyembelih pada hari ketujuh, boleh dilakukan pada hari ke-14. Kalau tidak bisa juga, pada hari ke-21. Apabila tidak bisa, pada hari ke berapa pun bisa diselenggarakan aqiqah tersebut (syarah kitab Fathul Mu’in juz 2 hal 336)

“Apabila seseorang meninggal, terputuslah amalannya, terkecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan kebaikan untuknya.”

 

www.aqiqahpurwokerto.com 

www.padiaqiqah.com

Source : https://dapoeraqiqah.com

 

Terbaru

Hukum Mengaqiqahkan Orang Tua

 

Hukum mengaqiqahkan orang tua tidaklah dilarang, asalkan syarat dan sah…

Benarkah Uang Suami Milik Istri dan Uang Istri Milik Istri ?

 

Di tengah masyarakat berkembang istilah “ uang suami milik…

Cara Menjadi Ibu Yang Baik Dalam Islam

Menjadi seorang ibu merupakan sebuah tantangan tersendiri.

Kesabaran adalah salah…

3 Perkara Yang Wajib Di Terapkan Dalam Hidup Kita

Hidup itu ibarat menuntut ilmu di sekolah. Ada proses belajar,…