Aqiqah & Kambing Guling

Jadilah Seorang Pemaaf !

Manusia adalah tempatnya kesalahan.

Siapapun diri kita pasti pernah melakukan kesalahan dan kekhilafan. Terkadang orang lain berbuat kesalahan kepada kita, begitu juga sebaliknya. Terkait bagaimana sikap kita terhadap orang yang berbuat kesalahan, islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang pemaaf, bukan pendendam.Bahkan Allah memerintahkan kepada kita untuk membalas setiap keburukan dan kesalahan orang lain dengan kebaikan,memaafkan merupakan salah satu karakter orang bertakwa yang Allah janjikan balasan berupa ampunan dan surga.

Sahabat terdekat Rasulullah, Abu Bakar As-Shiddiq RA, sempat bersumpah tidak akan memaafkan kesalahan Misthah bin Utsatsah dan bertekad tidak akan memberikan nafkah kepada sepupunya itu selamanya, karena dianggap telah menyebarkan berita bohong dan menuduh putri tercintanya, Aisyah berbuat zina dengan lelaki lain. Allah kemudian menegur sikap Abu Bakar yang tidak mau memaafkan itu melalui turunnya

surat An-Nur ayat 22.

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/6150-surat-an-nur-ayat-22.html
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/6150-surat-an-nur-ayat-22.html
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/6150-surat-an-nur-ayat-22.html
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/6150-surat-an-nur-ayat-22.html
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/6150-surat-an-nur-ayat-22.html
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/6150-surat-an-nur-ayat-22.html
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/6150-surat-an-nur-ayat-22.html

Jika Allah saja maha pengampun, maha menerima taubat hamba-hamba-Nya yang berbuat dosa, lalu siapa kita sehingga begitu sulit membukakan pintu maaf untuk orang lain. Memaafkan tidak akan membuat diri kita hina, meminta maaf juga tidak akan meruntuhkan harga diri kita, justru saling memaafkan yang membuat kita mulia.

Jika masih bisa kita memberi maaf, maka berikanlah maaf itu kepada siapa saja yang sudah mengaku melakukan kesalahan dan kekhilafan, karena sesungguhnya manusia memang tidak pernah luput dari salah. Bahkan kita sendiripun kadang melakukan kesalahan baik sengaja ataupun tidak sengaja kepada Allah swt, tetapi Allah swt selalu membukakan pintu maafnya sebagai bentuk kasih sayangnya dan memberi peringatan kepada kita agar tidak mengulangi kesalahan itu lagi. Sebagaimana firmannya berikut ini:

Surat Al‘Imran, Ayat 133

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.

Surat Al‘Imran, Ayat 134

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Maka dari itu, kedudukan orang yang mau memberi maaf kepada orang lain adalah mulia di hadapan Allah swt, karena Allah swt yang Maha Tinggi saja mau memaafkan hamba-Nya, apalah lagi kita yang hanya manusia biasa. Ambilah pelajaran berharga itu untuk dijadikan bekal bagi kita untuk lebih meningkatkan iman dan taqwa, janganlah kita menuruti kehendak hawa nafsu dan mengikuti langkah-langkah syetan karena itu adalah bagian dari pertanda orang yang bodoh dan tersesat.

UJIAN KESABARAN

Semua peristiwa ini adalah bagian dari cobaan kita, dengan adanya kejadian ini bisa membuat mata kita terbuka dan kita jadi lebih mengerti bahwa semua ini merupakan bagian dari cobaan atas kesabaran kita. Tidak ada satupun umat yang tidak diberikan cobaan terkait keimanannya, cobaan kemampuan memberi maaf juga bagian dari perintah Allah swt agar manusia mau mengambil hikmah, walaupun itu mungkin sangat sulit dilakukan, tetapi seperti itulah cara Allah ingin menaikkan derajat manusia, dimana manusia tidak pernah sama dengan binatang yang suka membalas dendam, dan melampiaskan amarahnya sesuka hati, melainkan manusia beriman dan berakhlak mulia adalah mahluk yang bisa memberi maaf kepada sesama.

HADIAH KELULUSAN UJIAN

Atas usaha kita ini semoga Allah juga membukakan pintu maaf-Nya kepada kita semua, dengan memberikan rahmat dan karunia yang tidak putus-putus dan tidak ada habisnya. Ujian dan cobaan diberikan untuk membuat kita semakin dewasa dan kuat menghadapi berbagai tantangan ke depan. Masih ada banyak persoalan yang akan datang nanti dan kita harus selalu siap menghadapinya dengan penuh kesabaran.

 

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

Referensi: https://tafsirweb.com/3495-surat-hud-ayat-3.html

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ


“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” - (QS. Hud : 3)
Pepatah lama pernah berkata: "Ada banyak pemberani di suatu negeri, tetapi tidak ada banyak pemberi maaf di saat ini." Maksudnya, Jumlah orang yang berani dan berjiwa kesatria mungkin ada banyak, tetapi tidak banyak di antara mereka adalah orang yang mudah memberi maaf dan mau mengampuni lawannya. Padahal orang yang mau memberi maaf kedudukannya jauh lebih tinggi dan mulia, karena kepasrahannya diserahkan seutuhnya kepada sang khalik, bukan kepada kekuatan fisik manusia.

"Hanya orang-orang yang berhati besar dan sudah menggapai derajat tinggi yang bisa melakukan hal ini, yaitu memberi maaf kepada musuhnya. sementara yang belum adalah orang-orang yang masih dalam tahap mencari jati diri dan hanya rasulullah saw yang paling mulia akhlaknya."

Terbaru

Rasulallah Teladan Menunaikan Aqiqah

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu berkata yang artinya, “Rasulallah Shallallahu ‘alayhi…

Jasa Aqiqah Purbalingga

Rasulullah Shallallahu a’layhi wa Sallam bersabda, “Seorang anak terikat dengan…

Aqiqah untuk anak kembar

Jika seorang wanita melahirkan bayi kembar, bagaimana mengaqiqahinya ?

Para…

Hukum Mengaqiqahkan Orang Tua

 

Hukum mengaqiqahkan orang tua tidaklah dilarang, asalkan syarat dan sah…