Aqiqah & Kambing Guling

4 Cara Mengatasi Anak Yang Sulit Bangun Pagi

Kebiasaan baik perlu ditanamkan sejak dini. Mengapa ? Karena Jika penanaman nilai baik itu baru diterapkan ketika dewasa, maka cukup sulit  baginya untuk membiasakan diri. Dikarenakan kebiasaan ia melakukan hal yang tidak. Sehingga, setelah dewasa juga masih melakukan hal yang sama.

Seperti kebiasaan bangun pagi. Jika anak tidak dilatih untuk bangun pagi, maka setelah dewasa ia pun akan selalu begitu. Memang, belum berkewajiban melaksanakan shalat, Karena sholat diwajibkan kepada anak yang sudah baligh. Namun, jika tidak dilatih sejak kecil, maka cukup sulit baginya untuk menyesuaikan diri ketika dewasa.

Oleh kaena itu, melatih anak untuk terbiasa bangun pagi harus sudah dilatih sejak kecil agar ketika dewasa sudha terbiasa melakukannya. Tapi, bagaimana cara melatihnya ? Mengingat, anak sulit sekali untuk bangun pagi.

Ada 4 Cara yang bisa digunakan untuk melatiha anak-anak bangun pagi

  1. Atur Jam Tidur Anak, Jam tidur ini perlu diperhatikan. Tidur yang terlalu larut dapat membuat anak bangun kesiangan. Biasanya jam tidur anak 8 jam. Jadi kita harus mengatur jam tidur anak kita sesuai dengan waktubangun yang diinginkan. Misalnya kita menginginkan anak untuk bangun sebelum shubuh, kira-kira pukul 4, maka jam tidur yang cocok untuk anak adalah jam 20.00 WIB. Waktu tersebut fleksibel karena biasanya jam tidur untuk setiap anak reatif dari kebutuhn anak.
  2. Sebelum tidur, Ingatkan anak, Saat sebelum tidur bisa menjadi momen untuk menceritakan kegiatan setetelah bangun pagi itu menyenangkan. Selai itu, kita juga bisa memberikan pengetahuan ringan kepada anak tentang manfaat bangun pagi sehingga anak bisa tergiur untuk bangun pagi. Dan yang terpenting, ingatkan anak sebelum tidur agar bangun lebih awal.
  3. Saatnya Bangun Pagi, Ini waktu yang ditunggu atau yang menjengkelkan bagi kita, yaitu membangunkan anak di pagi hari. Kadang-kadang ada anak yang easy child, mudah untuk bangun pagi tanpa dibangunkan. Namun, bagi anak yang sulit, kita perlu mendatangi kamarnya, membangunkannya dengan lembut, sekaligus mengajaknyauntuk shalat tepat waktu. Anak laki-laki dijak untuk sholat shubuh berjamaah di masjid. Setelah bangun, biasakan anak duduk sejenak dan membaca doa bangun tidur. Apabila sang anak sulit untuk dibangunkan, rangkul tangannya pelan-pelan hingga pososi duduk, kemuadian tuntun ke kamar mandi hingga benar-benar sadar.
  4. Konsisten atau Istiqomah, Untuk membiasakan bangun pagi pada anak-anak. Kita harus konsisten sering membangunkannya di waktu yang sama hingga anak terbiasa. Konsisten ini, terutama dimulai sejak anak berusia 3-5 tahun. Masa ini menjadi fase yang krusial dalam melatih disiplin anak. Jika anak masih malas-malasan untuk bangun, berikan waktu tenggang 5 atau beberapa menit lagi untuk bangun. Jangan sampai lebih dari itu. Jika ini terjadi, secara tidak langusng kita mengajarkan anak untuk menunda-nunda waktu bangun dan akhirnya kebablasan. Masalah wwaktu sebenarnta fleksibel, tidak perlu kaku dalam menetapkan waktu tidur dan bangun untuk anak, yang terpenting konsisten dan memperhatikan kondisi dan kebutuhan anak.

Pendidikan yang diberikan kepada anak mesti ada pembiasaan. Jadi, kita harus memiliki kesabaran yang ekstra untuk membiasakan bangun pagi pada anak-anak. Tidak masalah jika di awal terasa berat karena seiring berjalannya waktu, anak akan terbiasa tanpa dibangunkan lagi dan merasakan bangun pagi merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Terbaru

Cara Menghemat Biaya Aqiqah si Buah Hati

Hal yang paling ditunggu setiap pasangan adalah lahirnya buah hati…

Menggabungkan Qurban dan Aqiqah

Apabila waktu qurban bertepatan dengan aqiqah, seperti apabila seseorang ingin…

4 Cara Mengatasi Anak Yang Sulit Bangun Pagi

Kebiasaan baik perlu ditanamkan sejak dini. Mengapa ? Karena Jika…

Tips dari Rasulullah SAW dalam Memilih Pasangan

Rasulullah SAW bersabda,  “Wanita dinikahi karena empat hal: karena…