Aqiqah & Kambing Guling

Indahnya Menyayangi Anak Kecil

Bila orang yang telah lanjut usia mendapatkan hak penghormatan dan pemuliaan, demikian pula dengan anak yang masi kecil, dia berhak mendapat kasih sayang yang penuh. Anak kecil yang belum baligh secara umum lemah fisik dan mentalnya, serta belum mengetahui persis tentang kemaslahatan untuk dirinya. Kondisi yang seperti ini tentunya menggugah kita untuk memberikan kasih sayang kepadanya, karena beban syariat juga belum ditujukan kepadanya dan pena pencatat dosa pun belum berlaku atasnya. Oleh karenanya, menyangi anak kecil merupakan keharusan. Sesuai sabda Nabi yang artinya "Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami." (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi. AL Imam An-Nawawi menshahihkannya dalam Riyadush Shalihin)

Bila sifat belas kasihan dicabut dari seseorang maka hal itu menjadi pertanda kecelakaan baginya. Nabi SAW bersabda yang artinya : "Tidaklah sifat kasih sayang dicabut melainkan dari orang yang celaka." (HR. Ahmad dll. Dalam Shahihul Jami' no.7476, Asy-Syaikh Al-Albani t menshahihkannya)

Pernah pada suatu saat  Nabi mencium Hasan bin Ali cucunya. Waktu itu, di sisi Nabi ada seorang bernama Al-Aqra' bin Habis At-Tamimi sedang duduk. Maka Al-Aqra' mengatakan: "Sesungguhnya saya memiliki 10 anak, tidak pernah satu pun yang saya cium." Maka Rasulullah melihat kepadanya dan mengatakan "Orang yang tidak menyayangi maka tidak disayangi Allah" (HR. Al Bukhari no. 5997)

Lihatlah, betapa meruginya yang tidak mendapat rahmat Allah SWT padahal rahmat-Nya sangat luas. Sungguh balasan kebaikan adalah kebaikan, sebagaimana firman Allah "Tidak ada balasan kecuali kebaikan (pula)" (Ar-Rahman: 60)

Tentunya, menyayangi anak kecil tidak hanya terbatas pada anaknya sendiri bahkan umum sifatnya. Bentuk menyayangi anak kecil juga banyak. Misalnya, dengan mencandainya tanpa ada kedustaan untuk memasukkan kegembiraan pada dirinya, menciumnya, menggendongnya, mengusap kepalanya, menyapa dan menyalaminya, serta mengucapkan salam kepadanya.

Termasuk menyayangi anak kecil adalah tidak mengarahkan mereka kepada hal-hal yang membahayakannya.

Demikianlah bimbingan Islam yang sangat mulia. Umat hendaknya membuka mata agar melihat dengan nayta indahnya agama yang mereka anut ini. Perlu dipertegas kembali bahwa bimbingan Islam selalu relevan, tidak akan pernah usang dengan perubahan waktu dan zaman. Kita tidak akan terlalu bahagia dengan pesatnya teknologi dan menjamurnya penemuan (inovasi) baru, bila mental umat tidak dibangun , sehingga akidahnya rapuh dan akhlaknya carut-marut. Lihat saja, ketika kecanggihan teknologi telah merambah berbagai lapisan masyarakat yang semestinya dimanfaatkan sebagai sarana kebaikan, namun tidak sedikit dijadikan alat dan media untuk saling mencaci, memfitnah, membenci, dan menzalimi.

Mari kita semua kembali kepada bimbingan agama kita dan bangkit dari kelalaian kita. Semoga kewibawaan umat yang diharapkan tidak hanya angan-angan belaka. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan menolong kehidupan kita semua.

Sumber : Kajian IMAM

Terbaru

Cara Menghemat Biaya Aqiqah si Buah Hati

Hal yang paling ditunggu setiap pasangan adalah lahirnya buah hati…

Menggabungkan Qurban dan Aqiqah

Apabila waktu qurban bertepatan dengan aqiqah, seperti apabila seseorang ingin…

4 Cara Mengatasi Anak Yang Sulit Bangun Pagi

Kebiasaan baik perlu ditanamkan sejak dini. Mengapa ? Karena Jika…

Tips dari Rasulullah SAW dalam Memilih Pasangan

Rasulullah SAW bersabda,  “Wanita dinikahi karena empat hal: karena…